Jembatan Era 80-an Tumbang, Supriadi Hamzah Siap Kawal Pembangunan Permanen

Tanggamus — Jembatan Jati Agung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, putus setelah dilintasi mobil angkutan kota (angkot) yang diduga membawa muatan berlebih, Rabu (11/2).

Kondisi jembatan yang sudah tua dan tak lagi mampu menahan beban berat disinyalir menjadi penyebab utama ambruknya akses vital tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, angkot tersebut mengangkut sekitar 17 penumpang, terdiri dari ibu-ibu dan empat balita, termasuk sopir, yang merupakan rombongan pulang dari sebuah undangan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski sejumlah penumpang mengalami luka ringan.

Sumber di lapangan menyebutkan, pengemudi berinisial S, warga Pekon Way Jaha, tetap melintasi jembatan tanpa menurunkan penumpang untuk mengurangi beban kendaraan. Padahal, daya dukung jembatan diduga sudah sangat terbatas.

Akibat insiden tersebut, jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akses transportasi warga pun terputus, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Putusnya jembatan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan.

Sejumlah siswa dilaporkan terpaksa diliburkan karena guru tidak dapat menyeberang akibat akses terputus.

Kepala Pekon Banjar Agung Ilir menjelaskan, jembatan tersebut pertama kali dibangun pada era 1980-an dan kembali diperbaiki melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada 2011. Sejak itu, hanya dilakukan rehabilitasi berkala.

“Jembatan ini sudah tua. Penduduk semakin bertambah dan kendaraan yang melintas makin banyak. Kondisinya sudah tidak layak dan berisiko tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak pekon telah lima tahun mengajukan proposal pembangunan jembatan beton permanen, namun belum terealisasi.

“Kami berharap dengan hadirnya anggota DPRD provinsi, pembangunan jembatan permanen bisa segera diwujudkan,” tambahnya.

Peristiwa ini mendapat perhatian Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Komisi III, Supriadi Hamzah.

Ia turun langsung meninjau lokasi dalam rangka kunjungan reses yang untuk kedua kalinya dilakukan di pekon tersebut.

Dalam kunjungan itu, Kepala Pekon secara langsung menyerahkan proposal pembangunan jembatan permanen kepada Supriadi Hamzah, disaksikan perangkat pekon dan masyarakat.

Supriadi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga agar pembangunan jembatan dapat masuk dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.

“Aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan agar pembangunan jembatan bisa segera terealisasi demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” katanya. (*)

  • Related Posts

    BI Lampung Catat Inflasi di Juni 2026 Daerah itu Terkendali

    LAMPUNG- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Juni 2026 mengalami inflasi 0,55% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya (0,82%; mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata inflasi…

    Lampung April 2026 Inflasi Sebesar 0,55 Persen

    LAMPUNG- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,55% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,19% (mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi dari rata-rata…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    BI Lampung Catat Inflasi di Juni 2026 Daerah itu Terkendali

    Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

    Wagub Jihan Nurlela Groundbreaking Tiga Ruas Jalan di Pringsewu, Targetkan Kondisi Jalan Mantap 100 Persen pada Akhir 2029

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032

    Wagub Jihan Nurlela Sambut Baik Kolaborasi Pemprov Lampung dengan Nasyiatul Aisyiyah dalam Mendukung Berbagai Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rakor Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Mesuji, Dorong Percepatan Eliminasi TBC di Kabupaten/Kota